Auditorium Universitas Kristen Maranatha dipenuhi antusiasme 2.000 peserta yang hadir pada DevFest Bandung 2025. Penullis : Elina Pebriyanti. Editor : Erick

Diselenggarakan oleh Google Developers Groups (GDG) Bandung, DevFest Bandung 2025 berjalan lancar dan sukses, tidak hanya sebagai ajang pengembangan kompetensi teknologi bagi developer, mahasiswa, dan profesional, tetapi juga sebagai model green event berkelanjutan.
Acara tahun ini mengusung tema “Building Safe, Secure and Scalable Solutions with AI and Cloud”, sekaligus menekankan praktik keberlanjutan pangan melalui kolaborasi dengan Hareudang Bandung.
Food Waste Management Berbasis GRI 306
Hareudang Bandung mengelola food waste DevFest dengan pendekatan berbasis GRI 306: Waste (2020), menghasilkan pencapaian yang luar biasa:

- Total food waste: 15,5 kg dari 2.000 peserta
- Rata-rata per peserta: 7,75 g/pax (10x lebih rendah dari benchmark event global)
- Akurasi pemilahan sampah: 95%
- Surplus makanan: 0 kg
- 100% food waste dialihkan dari TPA
Seluruh limbah diubah menjadi sumber daya bernilai:
- 15,5 kg food waste → 2 kg maggot basah → 1 kg maggot meal → 3 kg pakan ikan
- 1 kg frass dimanfaatkan sebagai pupuk organik
Output ini dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan & urban farming, sekaligus mendidik peserta mengenai pentingnya sirkularitas pangan dan pengelolaan sampah yang tepat.
Edukasi dan Perubahan Perilaku
Dengan dukungan 15 edukator Tim PETASAN, ratusan peserta pertama kali belajar memilah sampah dengan benar, menjadikan DevFest Bandung sebagai green event model yang dapat direplikasi untuk kampus, komunitas, dan event besar lainnya.
Hadian Rahmat, GDG Lead Organizer, menyatakan:
“Kolaborasi dengan Hareudang Bandung membuktikan bahwa event teknologi besar bisa dijalankan secara ramah lingkungan. DevFest Bandung 2025 bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.”
Acara ini juga menghadirkan tech conference, lightning talks, panel discussions, women empowerment, dan live podcast yang dibawakan oleh 20 speaker ahli di bidangnya. Peserta mendapatkan materi mendalam, demonstrasi langsung, serta praktik hands-on workshop.
Salah satu peserta, Raihan (18), mahasiswa informatika, menyatakan:
“Sesi hands-on workshop sangat membantu saya memahami perspektif baru, dan saya terinspirasi dengan penerapan green event melalui pengelolaan food waste.”
Selain itu, DevFest Bandung 2025 didukung oleh sponsor seperti Logitech, WPU Course, Kliktron, Goers, MSI, dan Torch, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk teknologi dan keberlanjutan pangan.
