
Dalam kegiatan “Jabar Digital Ecosystem Report” yang digelar di Garuda Spark Innovation Hub Bandung, Senin (5/1/2026), komunitas Hareudang Bandung menarik perhatian khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, usai memaparkan potensi besar Bandung sebagai pusat inovasi hijau (green innovation hub) di Indonesia.
Dalam suasana pertemuan yang penuh antusiasme, perwakilan Hareudang Bandung menyampaikan berbagai inisiatif yang telah mereka jalankan selama tiga bulan terakhir. Di antaranya, pengembangan sistem pemetaan dan pemantauan food waste berbasis geographic information system (GIS) di wilayah perkotaan, serta program edukasi pangan berkelanjutan yang melibatkan komunitas muda.
“Bandung memiliki ekosistem yang istimewa di mana kolaborasi antara komunitas, akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha tumbuh secara alami. Semangat inilah yang menjadi dasar gerakan kami di Hareudang Bandung,” ujar Elina perwakilan Hareudang Bandung saat berdialog dengan Menkomdigi.
Menkomdigi Meutya Hafid mengapresiasi kiprah Hareudang Bandung yang dinilainya menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan ekosistem digital nasional. Ia menegaskan bahwa inisiatif yang dijalankan komunitas ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus ketahanan pangan.
“Saya melihat energi positif dari generasi muda Bandung. Gerakan seperti Hareudang Bandung menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi jembatan antara inovasi dan aksi nyata bagi keberlanjutan,” tutur Meutya.
Acara tersebut turut dihadiri berbagai pelaku startup lokal, perwakilan Garuda Spark Bandung, komunitas Startup Bandung, serta mitra internasional. Forum ini menjadi ruang bersama untuk membahas arah kolaborasi strategis dalam memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang tidak hanya kreatif dan digital, tetapi juga hijau dan berkelanjutan.
Kini, Hareudang Bandung resmi bergabung dalam ekosistem Garuda Spark dengan membawa misi menumbuhkan kesadaran baru tentang food sustainability dan konsumsi bijak di masyarakat urban. Gerakan ini hadir dengan pesan yang sederhana namun bermakna: “Setiap sisa punya potensi.”
Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan data, Hareudang Bandung berkomitmen menjadikan isu lingkungan sebagai lahan inovasi yang konkret membuktikan bahwa transformasi digital dan transformasi ekologis dapat berjalan beriringan.
